MA'HAD ISLAM TERPADU AL- KHAIRIYYAH, SEKOLAH DAN PONDOK PESANTREN.....................DENGAN MOTTO: BERILMU AMALIYAH - BERAMAL ILMIYAH - MENJAGA UKHUWWAH ...........................YAYASAN MIT ALKHAIRIYYAH KARAWANG MENERIMA SEGALA BENTUK DONASI YANG HALAL DAN TIDAK MENGIKAT; MELALUI BANK JABAR . No. Rekening : 0014732411100 atas nama : Pondok Pesantren Al-Khairiyyah Karawang...........................Facebook: khaeruddin khasbullah.....

SEPUTAR AL-KHAIRIYYAH (facebook:: https://www.facebook.com/khaeruddin.khasbullah)

Rabu, 19 Juli 2017

PEMBUNUHAN KARAKTER (CHARACTER ASSASINATION).


PEMBUNUHAN KARAKTER (CHARACTER ASSASINATION).
Oleh: H. Khaeruddin Khasbullah

Hasil gambar untuk dzul khuwaishirah at tamim an najdi
Dzul Huwaisiroh, siapa dia?
Dia hidup dizaman Nabi. Kedudukannya sebagai sahabat diperdebatkan. Sebagian besar menyatakan bahwa dia adalah sahabat Nabi yang Munafiq sebagaimana Abdullah bin Salul, sebagaimana pernyataan Al- Hafidh Ibnu Hajar, RA.
Dzul Huwaisirah pernah mencoba membunuh karakter Rasulullah SAW dengan tuduhan yang tidak-tidak, dengan mengatakan bahwa beliau tidak adil dalam membagi rampasan perang. Inilah petunjuk kemunafikannya.
Dalam sebuah hadist sohih riwayat Imam Bukhory dan Muslim disebutkan sifat- sifat utama Dzul Huwaishiroh, yakni:
- Kasar
- Keras
- Tak punya sopan santun, bahkan kepada Nabi dan para sahabatnya
- Membaca Al- Qur'an dengan bagus
- Sholatnya bagus, bahkan mereka menganggap paling bagus.
- Puasanya bagus
- Pemahaman agamanya hanya sampai di tenggorokan
- Sayang hatinya kotor, tak kenal Tazkiyyatun Nafs. - Curiga dan dengki hati, bahkan menganggap Nabi bersifat tidak adil dan menganggap Ali dan Muawiyah Kafir murtad halal darah mereka .
- Gagal faham dan tak mau menerima penjelasan orang lain, bahkan penjelasan S. Ali tentang Tahkim.
- Lepas dari agamanya sebagaimana anak panah lepas dari busurnya.
- Suka membunuh karakter muslim lain dengan berbagai alasan.
- Suka menghalalkan darah orang lain, termasuk kepada S. Ali (berhasil dibunuh) dan Muawiyyah (selamat dari pembunuhan).
" بَعَثَ عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنَ اليَمَنِ بِذُهَيْبَةٍ فِي أَدِيمٍ مَقْرُوظٍ ، لَمْ تُحَصَّلْ مِنْ تُرَابِهَا ، قَالَ: فَقَسَمَهَا بَيْنَ أَرْبَعَةِ نَفَرٍ، بَيْنَ عُيَيْنَةَ بْنِ بَدْرٍ، وَأَقْرَعَ بْنِ حابِسٍ ، وَزَيْدِ الخَيْلِ ، وَالرَّابِعُ : إِمَّا عَلْقَمَةُ وَإِمَّا عَامِرُ بْنُ الطُّفَيْلِ ، فَقَالَ رَجُلٌ مِنْ أَصْحَابِهِ : كُنَّا نَحْنُ أَحَقَّ بِهَذَا مِنْ هَؤُلاَءِ ، قَالَ: فَبَلَغَ ذَلِكَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: ( أَلاَ تَأْمَنُونِي وَأَنَا أَمِينُ مَنْ فِي السَّمَاءِ، يَأْتِينِي خَبَرُ السَّمَاءِ صَبَاحًا وَمَسَاءً ) ، قَالَ: فَقَامَ رَجُلٌ غَائِرُ العَيْنَيْنِ ، مُشْرِفُ الوَجْنَتَيْنِ ، نَاشِزُ الجَبْهَةِ ، كَثُّ اللِّحْيَةِ ، مَحْلُوقُ الرَّأْسِ ، مُشَمَّرُ الإِزَارِ ، فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ اتَّقِ اللَّهَ ، قَالَ: ( وَيْلَكَ ، أَوَلَسْتُ أَحَقَّ أَهْلِ الأَرْضِ أَنْ يَتَّقِيَ اللَّهَ ) قَالَ: ثُمَّ وَلَّى الرَّجُلُ ، قَالَ خَالِدُ بْنُ الوَلِيدِ: يَا رَسُولَ اللَّهِ ، أَلاَ أَضْرِبُ عُنُقَهُ ؟ قَالَ: ( لاَ، لَعَلَّهُ أَنْ يَكُونَ يُصَلِّي ) فَقَالَ خَالِدٌ: وَكَمْ مِنْ مُصَلٍّ يَقُولُ بِلِسَان ِهِ مَا لَيْسَ فِي قَلْبِهِ ، قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ( إِنِّي لَمْ أُومَرْ أَنْ أَنْقُبَ عَنْ قُلُوبِ النَّاسِ وَلاَ أَشُقَّ بُطُونَهُمْ ) قَالَ: ثُمَّ نَظَرَ إِلَيْهِ وَهُوَ مُقَفٍّ ، فَقَالَ: ( إِنَّهُ يَخْرُجُ مِنْ ضِئْضِئِ هَذَا قَوْمٌ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ رَطْبًا، لاَ يُجَاوِزُ حَنَاجِرَهُمْ ، يَمْرُقُونَ مِنَ الدِّينِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ ) رواه البخاري (4351) ومسلم (1064)
قال الحافظ ابن حجر رحمه الله :
" وهذا الرجل هو ذو الخويصرة التميمي " انتهى .
وقد كان هذا الرجل منافقا :.
Ketika Dzul Huwaishiroh berkata tak sopan kepada Rasululloh,Kholid bin Walid berkata: “Wahai Rasulullah izinkan saya untuk memenggal lehernya!”
Rasulullah menjawab:
“Biarkan dia. Sesungguhnya dia mempunyai pengikut, di mana kalian menganggap kecil (belum seberapa) sholat kalian dibanding sholat mereka, shaum kalian dibanding shaum mereka. Mereka membaca al-Qur’an tapi tidak sampai ke tenggorokan mereka. Mereka melesat (keluar) dari (batas-batas) agama seperti melesatnya anak panah dari (sasaran) buruannya ….”
[Muttafaqun ‘aIaihi, HR. AI-Bukhari no. 3344, 3610, 4351, 4667,5058, 6163, 6931, 6933, 7432, 7562; Muslim no. 1064, 1065.]
Khawarij, sebagai penerus ideologi Dzul Huwaisiroh setelah itu pun demikian, mereka membunuh karakter Ali RA dengan tuduhan bahwa ia mengkhianati umat Islam, menjadi pemimpin orang-orang kafir dan telah murtad karena menerima hukum (tahkim) dari selain Al-Qur’an ketika terjadi peperangandengan Muawiyah.
Untuk menjauhkan umat dari ulama rabbani, para tokohnya membunuh karakter (men- tahdzir) Abdullah bin Abbas RA. Dengan tuduhani, ia berada di pihak pengkhianat (Ali bin Abi Thalib) dan berbagai macam tuduhan, agar pengikut mereka tidak lagi mendengarkan nasehat ulama rabbani ini.
Bahkan Ibnu Muljam, pengikut ideologi Dzul Huwaishiroh, adalah seorang yang "berpuasa disiang hari, bertahajjud di malam hari serta hafal dan bahkan mengajar Al- Qur'an, Dia dikirim Khaliifah ‘Umar ke Mesir untuk memberi pengajaran Al-Qur`ân di sana, untuk memenuhi permintaan Gubernur Mesir, ‘Amr bin al-‘Aash, karena mereka sedang membutuhkan seorang pengajar Al- Qur'an.
Di Mesir, ia membeli pisau beracun dari uang bulanan sebagai pengajar Al- Qur'an, sebagai persiapan membunuh S. Ali KW, dan akhirnya berhasil membunuh S. Ali seusai sholat subuh.
Ini sebagaimana diramalkan oleh Rasululloh:
Rasulullah SAW bersabda;
إِنَّ فِيْكُمْ قَوْمًا يَعْبُدُوْنَ وَيَدْأَبُونَ، حَتَّى يُعْجَبَ بِهِمُ النَّاسُ ، وَتُعْجِبَهُمْ نُفُوسُهُمْ ، يَمْرُقُونَ مِنَ الدِّينِ مُرُوْقَ السَّهْمِ مِنَ الرَّمِيَّةِ
“Sesungguhnya di tengah kalian ada kaum yang beribadah dan sangat tekun sekali. Sehingga manusia terkagum-kagum pada mereka. Dan mereka pun mengagumi dirinya sendiri (menganggap diri paling hebat). Mereka keluar dari Ad- diin, seperti keluarnya anak panah dari busurnya.” (HR. Ahmad –sanad shahih-)
Demikian juga khawarij kontemporer, mereka suka membunuh karakter seseorang (muslim lain), dengan tuduhan aneh- aneh, bahkan kemudian menghalalkan darahnya.
Apakah ideologi Dzul Huwaisiroh sudah masuk Indonesia?
Wallohu a'lam.

Sabtu, 08 Juli 2017


JIKA SHOHIH SUATU HADIST, MAKA ITULAH MADZHABKU.......(IMAM SYAFI'I, RA).
Oleh: H. Khaeruddin Khasbullah
Hasil gambar untuk ulama


Ada satu perkataan Imam Syafi’I yang terkenal:

إن (إذا) صح الحديث فهو مذهبي

“Jika (kau temukan) sebuah hadist sohih, maka itu adalah madzhabku”.
Kalimat tersebut seolah menyatakan, masih ada hadist- hadist sohih yang terlewat oleh Imam Syafi’i ketika beliau membangun madzhabnya. Artinya pula: jika ditemukan sebuah hadist sohih yang berseberangan dengan madzhab Syafi’I, maka secara otomatis, ketentuan dalam madzhab tersebut yang telah terkodifikasi gugur, tergantikan dengan kandungan hadist sohih tersebut.
Apakah betul demikian?
Imam Ibnu Katsier, dalam kitabnya yang popular- Al- Bidayah Wa- Al Nihayah” Juz 10 halaman 253 mencatat pernyataan Iman Al- Hafidz Ibnu Khuzaimah:
Al-Imam Al-Hafizh (yang hafal 100,000 hadist) Ibn Khuzaimah Al-Naisaburi, seorang ulama salaf yang menyandang gelar Imam Al-A'immah (penghulu para imam) dan penyusun kitab Shahih Ibn Khuzaimah, ketika ditanya, apakah ada hadits yang belum diketahui oleh Al-Imam Al-Syafi’i dalam ijtihad beliau? Ibn Khuzaimah menjawab, “TIDAK ADA”.
Maka sejatinya kalimat tersebut sebagai bentuk tawadhu’ (rendah hatinya) Imam Syaf’I sekaligus sebagai tantangan bagi pakar, silahkan cari dalam madzhab beliau suatu ketentuan yang bertentangan dengan hadist sohih.
Dalam catatan ditemukan beberapa hadist yang sohih tapi di abaikan oleh Imam Syaf’I seperti hadist “Berbekam ketika Romadhon itu membatalkan shiyam”. (Sohih. R.Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ad- Daromy). Namun ternyata setelah dianalysis, hadist tersebut tak dipakai oleh Imam Syafi’I karena hukumnya telah di mansukh oleh hadist sohih yang lain, yang menyatakan bahwa: “Adalah Rasululloh berbekam, pada saat beliau berpuasa”. (H.R. Bukhory dan Muslim)..
Demikian juga sebagaimana seseorang yang bersegera menghadap Nabi ketika dipanggil, padahal ia sedang berhubungan dengan istrinya, namun belum tuntas. Maka orang tersebut bertanya: “Apakah seseorang yang tergesa- gesa dengan istrinya, adakah dia harus mandi?”. Nabi Menjawab: “Hanyasanya air itu dari air”. (HR. Muslim), artinya jika tak keluar air mani, maka tak usah mandi. Namun ada hadist sohih lain yang menyatakan: “Apabila seseorang duduk diatas (berdempet) ke empat anggota badan istrinya kemudian menggaulinya, maka wajib atas nya mandi janabat. Imam Muslim menambahkan: “Walau tidak keluar air mani”……..
Hal- hal seperti ini tak akan diketahui oleh seseorang yang hanya hafal 100 – 200 hadist. Sangat jauh berbeda dengan kapasitas para salaf terdahulu seperti Imam Bukhory dan Muslim yang hafal 600.000 hadist, atau guru mereka berdua Imam Ahmad bin Hambal yang hafal 1000.000 hadist, lebih- lebih guru dari guru Imam Bukhory dan Muslim, yakni Imam Syafi’I, rodhiallohu ‘anhum, wa rodhuu ‘anh, dan pula masih sangat dekat dengan masa dan zaman Rasulillah SAW.
Al-Imam Al-Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab, 1/64 menjelaskan:
وهذا الذى قاله الشافعي ليس معناه ان كل أحد رأى حديثا صحيحا قال هذا مذهب الشافعي وعمل بظاهره: وانما هذا فيمن له رتبة الاجتهاد في المذهب على ما تقدم من صفته أو قريب منه.....الخ
“Bukanlah maksud dari wasiat Imam Syafi'i ini adalah setiap orang yang melihat suatu hadits yang shahih maka ia langsung berkata inilah sebenarnya mazhab Syafi'i dan langsung mengamalkan dhahir hadits tersebut. WASIAT INI HANYA DITUJUKAN KEPADA ORANG YANG TELAH MENCAPAI DERAJAT KEPAKARAN IJTIHAD DALAM MAZHAB,…..dst.


وقد أفردنا له ترجمة مطولة في أول كتابنا طبقات الشافعيين، ولنذكر ههنا ملخصا من ذلك وبالله المستعان.
AR.WIKISOURCE.ORG

Jumat, 16 Desember 2016

TATA CARA MENGURUS JANAZAH



TATA CARA MENGURUS JANAZAH
Oleh: H. Khaeruddin Khasbullah
0264- 313829

بسم الله الرحمن الرحيم

الذين إذا أصابتهم مصيبة قالوا إنا لله وإنا اليه راجعون
 ( البقرة 156)

“Mereka adalah orang- orang yang ketika musibah menimpa mereka, mereka berkata: Innaa lillaahi wa innaa ilaihi rooji’uun = Kita ini adalah milik Allah, dan kita semuanya  akan kembali kepada Nya” (Surat Al- Baqoroh, ayat: 156 ..

عن صهيب بن سنان رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال : عَجَبًا لأمرٍ المُؤْمِنِيْنَ  إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ .  وَلَيْسَ ذَالِكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ  . إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ . رواه مسلم .

Hadist dari sohabat Shuhaib bin Sinan RA: Sesungguhnya Nabi Muhammad SAW bersabda: "Menakjubkan  urusan orang- orang beriman itu. Sesungguhnya segala urusannya semuanya baik. Dan demikian itu tak akan terjadi pada seseorang kecuali pada orang beriman. Apabila ia memperoleh kebaikan, iapun  bersyukur, maka syukurnya itu baik untuk dia. Dan apabila ia tertimpa musibah, iapun bershobar, naka shobarnya itu baik baginya". Hadist riwayat Muslim.

Penting:
Nomor- nomor pada akhir kalimat adalah nomor hadist yang terdapat dalam kitab BULUGHUL MAROM, karya Syekh Ibnu Hajar Al- Asqolany. Cara ini dilakukan agar pada makalah ini tidak penuh dengan text dalil yang akan menyebabkan menjadi sebuah bendel yang tebal, sehingga kurang praktis untuk menjadi panduan makalah.

I . KEWAJIBAN BAGI PENDERITA SAKIT.

a.     Bershobar.......Sesuai ayat dan hadist diatas.
b.     Berikhtiyar dan berobat tanpa kenal putus asa....Q.S. Yusuf 87).
c.  Terus berdoa' untuk kesembuhannya, dan tawakkal kepada Allah…QS.A- Mu’min 44-45)
d.     Berkhusnuddhon kepada Allah.
e.      Berwashiyat....986).

II. KEWAJIBAN BAGI KAUM MUSLIMIN/ TETANGGA/
     KERABAT.

a.     MENJENGUKNYA.

·        Menasehati dengan kesabaran.....Surat Al- Ashr)
·        Mendo'akan agar lekas sembuh....8)
Diantara do'a ma'tsurot yang dicontohkan Nabi adalah:

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ  مُذْهِبَ اْلبَأْسَ  إِشْفِ أَنْتَ الشَّافِى لَا شَافِيَ إِلَّا َنْتَ شِفّاءً لَا يُغَادِرُ سَقَماً -  رواه البخاري

"Ya Allah, Tuhan nya manusia, Penyembuh segala penyakit Sembuhkanlah dia. Engkaulah Maha Penyembuh. Suatu kesembuhan yang tak terulang sakit lagi".
Hadist riwayat Bukhori dari Anas bin Malik.
·        Membantu meringankan beaya pengobatannya, atau memberikan makanan yang dapat mendorong kesembuhannya.

وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلاَ تَعَاوَنُوْا عَلىَ الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

“Bertolong- tolnganlah kalian dalam kebaikan dan taqwa dan jangan kalian bertolong- tolngan dalam dosa dan saling permusuhan”.(QS. Al- Ma’idah 2)

b.     MENUNTUN (MENTALQINNYA)...10).

·        Dengan kalimah Thoyyibah, Dzikir dan Istighfar.
·      Menuntun saat- saat Sakarotul Maut dengan kalimat: Laa Ilaaha Illallooh, terus ber- ulang- ulang...559 + 520)

ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﺴﻌﻴﺪ ﻭﺃﺑﻲ ﻫﺭﻴﺭﺓ ﺮﺿﻰ ﺍﻟﻟﻪ ﻋﻨﻬﻤﺎ ﻗﺎﻻ ﻗﺎﻞ ﺮﺴﻭﻝ ﺍﻟﻟﻪ ﺼﻟﻰ ﺍﻟﻟﻪ ﻋﻟﻴﻪ ﻭﺴﻟﻡ : ﻟَﻗّْﻧْﻮْﺍ ﻤَﻮْﺘَﺎﻜُﻡْ ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻟَّﻪ . ﺮﻮﺍﻩ ﻤﺴﻟﻡ ﻮﺍﻷﺮﺑﻌﺔ




III. TATA CARA MENGURUS JANAZAH.

1. SESAAT SETELAH MENINGGAL.

·        Menutupkan kelopak matanya....560).
·        Mengikat rahangnya dengan tali yang lembut.
·        Menutupinya dengan kain dari kepala sampai telapak kakinya….562)
·        Menempatkannya ditempat yang layak dan jauh dari gangguan binatang.
·        Memohonkan ampunan.

2. MEMANDIKAN.

A.   PERSIAPAN MEMANDIKAN.

·        Cari tempat yang tertutup.
·        Siapkan air yang SUCI MENSUCIKAN + Air Sabun + Air yang telah dicampur KAPUR BARUS….565 + 567)
·        Sediakan SARUNG TANGAN KARET, sesuai jumlah yang memandikan. (Biasanya tiga orang). Ini adalah demi alas an medis.
·        Siapkan Gulungan KAIN KASA untuk menyumpal duburnya sehingga kotoran tak keluar lagi saat diangkat.

B.   BERSAMAAN DENGAN ITU KAIN KAFAN DISIAPKAN, agar mayit tak menunggu  setelah dimandikan. Yang meliputi:
·        Sehelai tikar.
·        Kain Kafan, dengan ukuran dan jumlah yang akan diterangkan kemudian…567)
·        Gunting.

C.   CARA MEMANDIKAN JANAZAH.

a.     Gunakan air yang suci mensucikan/ air murni.
·        Mulailah dari Anggota Wudhu....567)
·        Mulailah dari anggota badan yang kanan….567)
·        Meratakan siraman keseluruh tubuh.
·        Para sahabat ada yang menjadikan rambut janazah wanita menjadi tiga bagian dan DIKEPANG. Setelah itu diurai kembali (Fiqhus Sunnah I/266).

b.     Gunakan Air Sabun.
·        Bersihkan Qubul dan Duburnya.
·        Ratakan keseluruh tubuh.
·        Jangan lupa gosok giginya.
·      Jangan lupa bersihkan sela- sela kukunya dengan plastic yang runcing atau tangkai daun agar tak melukai mayat.
·        Jumhur ulama’ tidak menganjurkan kuku yang panjang dipotong. (Fiqhus Sunnah I/266).

c.      Gunakan kembali Air Murni untuk membilas bekas air sabun.
d.     Tutup Permandian dengan menggunakan AIR KAPUR BARUS.,,,
e.      Badan Mayit dikeringkan dengan handuk yang lembut…565+599).
f.       Tutup dengan kain….

@ SARAN: Sebaiknya mayat ditutup dengan kain agak tipis dan mengguyurkan airnya DARI ATAS PERMUKAAN KAIN. Maka air akan menembus pori- pori kain penutup ketubuh mayat. Tangan yang menggunakan sarung tangan karet menggosok seluruh tubuh mayat USAHAKAN TANPA MELIHAT AURAT MAYATNYA.

3. MENGKAFANI JANAZAH..567 + 568 + 569 + 570 + 571)

·        Panjang kain kafan adalah seukuran tinggi mayat + 60 cm.
·        Untuk mayat laki- laki sebanyak 3 LAPIS….(568)
·        Untuk mayat perempuan 3 LAPIS + Baju kurung + Sarung + Celana dalam + kerudung.
·        Kain kafan jangan menggunakan kain yang mahal/ berlebihan…573).

A.   JANAZAH LELAKI.

a.     Gelar sehelai tikar.
b.     Letakkan lima utas tali,
·        Tiga utas tali panjang untuk daerah SIKUT, PINGGANG dan LUTUT.
·        Dua utas tali pendek untuk mengikat UJUNG KEPALA/ POCONG dan UJUNG KAKI.
c.      Gelar kain I sedikit serong kekanan untuk KEPALANYA.
d.     Gelar kain II sedikit serong kekiri
e.      Hamparkan kain ke III diatas kedua lembar kain yang sebelumnya. Bila mayat kecil, lapisan bisa ditumpuk saja.
f.       Taruhlah hamparan kapas, serbuk kayu cendana dan wewangian yang lain diatasnya.












 




                      1                          2                     1                   2














 
                                                                     3

B.   JENAZAH PEREMPUAN.

      a. Yaitu tiga lapis kain kafan seperli untuk lelaki.
      b. + Baju kurung dengan bagian pinggir kanan kiri tak berjahit.
   Dihamparkan pada daerah searah punggung, dan kemudian
   dibuka kearah atas. Lubang kepala searah kepala.







 






c.      + Satu lembar untuk sarung. Dihamparkan untuk daerah
   PINGGANG kebawah.
d.     + Satu lembar untuk celana dalamnya yang sudah dibuka.

e.      Letakkan kerudung searah kepala mayat.
f.       Taruhlah hamparan kapas, serbuk kayu cendana dan wewangian yang lain diatasnya.

C.   CARA MENGKAFANI JANAZAH.

a.     Letakkan Janazah yang sudah dimandikan diatas hamparan kafan yang sudah dipersiapkan.

b.     Letakkan hamparan kapas diatas tubuh Janazah. Beri wewangian secukupnya.

c.      Pakaikan celana dalamnya (wanita)

d.     Balutkan sarungnya (wanita)
Tutupkan baju kurungnya yang bagian depan. (wanita)

e.      Bungkuslah mayat dengan kain kafan ke 3.

f.       Bungkuslah dengan kain kafan ke 2,

g.     Kain kafan ke 1 di libatkan pada bagian atas kafan 2-3 yang sudah terpasang sebelumnya.

h.     Ikatlah Janazah dengan 5 (lima) tali yang sudah disediakan

PENTING!.

Bila setelah dikafani keluar kotoran/ darah lagi, maka sudah dima’fu, tak usah disucikan lagi.(Fiqhus Sunnah I/ 266).

     4.SHOLAT JANAZAH.

a.     Syarat Sah Sholat Janazah sama dengan Syarat Sah Sholat lainnya, seperti harus suci hadast besar, hadast kecil dan suci dari najis, baik badan pakaian ataupun tempatnya.

b.     Kepala Janazah di arah UTARA (Untuk daerah Indonesia). Bila dapat dimiringkan menghadap Qiblat, tentu lebih baik.

c.      Untuk Janazah laki-laki, Imam Sholat searah KEPALA atau dadanya.(Subulus Salam II/109. Hadist no 41).

d.     Untuk Janazah perempuan Imam sholat berada searah PERUT nya…582  + Subulus Salam II/ 102).

e.      Makmum dibelakang Imam, sebaiknya membentuk 3 SHOF atau lebih….581). Bila peserta sholat hanya 5, maka satu orang jadi imam, empat orang jadi DUA SHOF. Tiap shof dua orang. ( Fiqhus Sunnah I/276).

f.       KAIFIYAT SHOLAT JANAZAH…580)

1. Takbir pertama, disusul baca FATIKHAH…587).

2. Takbir kedua, disusul membaca SHOLAWAT.

3. Takbir ketiga, disusul membaca:

   "ALLOOHUMMAGHFIRLAHUU… DST"…588 + 589 + 590).

    Atau do’a- do’a yang lain. Sebaiknya do’a- do’a yang pernah
   dicontohkan Nabi.

        4. Takbir ke- empat disusul DO'A. Diantaranya:

اللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَّاَ بَعْدَهُ وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ

         Atau:

رَبَّنَا أتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَاَب النَّارِ
     


         5. SALAM.

Yakni:
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

# CATATAN: Untuk janazah anak kecil KARENA BELUM PUNYA DOSA, kalimat Alloohummaghfirlahu…dst diganti dengan kalimat (Lihat Al- Adzkar Lin Nawawi):

اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ لَهُمَا فَرَطاً وَسَلَفًا وَذُخْرًا وَثَقِلْ بِهِ مَوَازِنَهُمَا وَأَفْرِغْ الصَّبْرَ عَلَى قُلُوْبِهِمَا وَلَا تَفْتِنَّهُمَا بَعْدَهُ وَلَا تَحْرِمْهُمَا أَجْرَهُ

Yang artinya: "Ya Allah jadikanlah mayat anak ini bagi kedua orang tuanya sebagai perintis, jadikanlah ia sebagai simpanan, dan jadikanlah ia sebagai tabungan bagi kedua orang tuanya. Beratkanlah timbangan pahala kedua orang tuanya berkat anak itu, limpahkanlah kesabaran kedalam hati kedua orang tuanya dan janganlah Engkau menguji keduanya dengan fitnah sesudahnya serta janganlah Engkau menghalangi pahala kedua mereka".

Atau boleh disngkat:

اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ لَهُمَا فَرَطاً وَسَلَفًا وَذُخْرًا لِأَبَوَيْه        

5. Menguburkan janazah.

A. Siapkan liang lahad…601 + Subulus Salam II/110)

# PENTING !!!

Sebelum digali, diukur dulu ARAH QIBLATNYAmemakai kompas . Untuk Jawa Barat +/- 25 derajat KE UTARA dari TITIK BARAT TEPAT.
(Jawa Tengah +/- 24,5 derajat, Jawa Timur +/- 24 derajat. Lihat gambar).    


                                       
 

                            Arah penggalian kuburan tegak lurus dengan arah

Sesuai Sabda Rasulullah:

الكعبة قبلتكم أحياء وأمواتا

- Dalamnya kurang lebih 1,5 meter.
- Panjang = Panjang mayat + 30 cm.
- Lebar = kurang lebih 80 cm ~ 1 meter.
- Pada bagian hadapan mayat digali lagi +/- 50 cm menjorok
             kedepan. (Lihat Gambar)


     الشق                             اللحد
                              Qiblat       




- Siapkan bilah bambu atau papan kayu.
- Siapkan BANTALAN TANAH  sebesar +/- satu kepal, masing-
  masing untuk kepala pundak, dsb, agar Janazah bisa miring 
  dengan wajah menghadap Qiblat.

B. CARA MEMASUKKAN JANAZAH KE LIANG LAHAD.

·        Janazah di luncurkan dari arah SELATAN/ kepala dulu - ( Untuk daerah Indonesia). …597 + Subulus Salam II/ 109 hadist no 41). KEPALA janazah di UTARA.
·        Direngkuh oleh para petugas yang sudah siap didalam liang dengan mengucapkan: "Bismillah Wa Alaa Millati Rasuulillaah"…597).

        ( بِسْمِ الَله ِوَعَلَى مِلَّةِ رَسُوْلِ اللهِ )

·        Letakkan Janazah secara miring, dengan wajah menghadap Qiblat.
·        Tali Kepala dan kaki dibuka agar PIPI dan UJUNG KAKI menempel ketanah. ويحل أربطة الكفن ( فقه السنة 1\290 )
Tapi tidak harus.
·        Ganjal badan dan kepalanya dengan Ganjal tanah yang sudah disiapkan.
·        Tutup dengan bilah bambu atau kayu.
·        Ditimbun dengan tanah/ pasir yang ada. Padatkan
·        Tinggikan urugan sedikit, KIRA- KIRA SEJENGKAL…602) dan ditandai dengan batu (nisan).
·        Menganjurkan kepada yang hadir agar memintakan keteguhan hati pada mayat tatkala menghadapi Malaikat Munkar dan Nakir, seraya memohonkan ampunan kepada Allah untuknya, sebagaimana Sabda Nabi:

إِسْتَغْفِرُوْا لأَخِيْكُمْ وَاسْئَلُوْا لَهُ التَّثْبِيْتَ فَإِنَّهُ اْلأَنَ يُسْئَلُ - رواه ابو داود وصححه الحاكم عن عثمان بن عفان

Artinya: "Mohonkanlah ampun bagi si mayat dan mintalah dia agar teguh hati karena sekarang ia sedang ditanyai". Hadist riwayat Abu Dawud dan dinilai shohih oleh Imam Al- Hakim….605 + 606)



·        Menaburkan tanah 3 (tiga) kali diatas kuburan, seraya mengucapkan:

“ Minhaa kholaqnaakum – Wa fiiha Nu’iidukum – Wa minhaa nukhrijukum taarotan ukhroo”….604 + (Q.S. Toha 55)

·        Memasangkan batu nisannya.




Referensi:

                  Ibnu Hajar Al- Asqolany:        Fatkhul Bari
                                                                   Bulughul Marom.
                  An- Nawawi Ad- Dimasyqy : Syarh Muslim
                                                                   Al- Adzkaar.
                                                                   Riyadhus Sholihin.
                  As- Shon’ani                          : Subulus Salam. 
                  Sayid Sabiq                            : Fiqhus Sunnah.... Dll.

/