MA'HAD ISLAM TERPADU AL- KHAIRIYYAH, SEKOLAH DAN PONDOK PESANTREN.....................DENGAN MOTTO: BERILMU AMALIYAH - BERAMAL ILMIYAH - MENJAGA UKHUWWAH ...........................YAYASAN MIT ALKHAIRIYYAH KARAWANG MENERIMA SEGALA BENTUK DONASI YANG HALAL DAN TIDAK MENGIKAT; MELALUI BANK JABAR . No. Rekening : 0014732411100 atas nama : Pondok Pesantren Al-Khairiyyah Karawang...........................Facebook: khaeruddin khasbullah.....

SEPUTAR AL-KHAIRIYYAH (facebook:: https://www.facebook.com/khaeruddin.khasbullah)

Minggu, 28 Januari 2018

YANG PALING DI KHAWATIRKAN RASULULLOH. SAW.

YANG PALING DI KHAWATIRKAN RASULULLOH. SAW.
Oleh: H. Khaeruddin Khasbullah



Dari Hudzaifah Radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

“Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan atas kamu adalah seseorang yang telah membaca al-Qur’an, sehingga ketika telah tampak olehnya akan kebagusan al-Qur’an dan dia menjadi pembela Islam, dia kemudian terlepas dari al-Qur’an, membuangnya di belakang punggungnya, dan menyerang tetangganya dengan pedang dan menuduhnya musyrik”.

Aku (Hudzaifah) bertanya,
“Wahai Nabi Allah, siapakah yang lebih pantas disebut musyrik, penuduh atau yang dituduh?”. Beliau menjawab, “Penuduhnya”.
HR. Ibnu Hibban.


أن حذيفة بن اليمان رضي الله عنه حدثه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلّم : ( إن مما أتخوف عليكم رجل قرأ القرآن ، حتى إذا رؤيت بهجته عليه ، وكان رداؤه الإسلام اعتراه إلى ما شاء الله انسلخ منه ونبذه وراء ظهره وسعى على جاره بالسيف ورماه بالشرك ) ، قال قلت يا نبي الله أيهما أولى بالشرك المرمي أو الرامي ؟ ، قال : ( بل الرامي ). رواه بن حبان في صحيحه، المجلد الأول، ص 282.
قال ابن كثير رحمه الله :
" إِسْنَادٌ جَيِّدٌ " انتهى ، وحسنه الألباني في "الصحيحة" (3201) .
ويشهد لهذا المعنى ما رواه البخاري (6104) ، ومسلم (60)

YANG DIKHAWATIRKAN NABI TERNYATA BENAR- BENAR MUNCUL MELALUI DIRI IBNU MULJAM CS, DAN AKAN TERUS ADA SAMPAI HARI KIAMAT !

Siapakah yang dimaksud? Dia adalah pembunuh S. Ali kw. Namanya Abdurrahman bin Muljam dan dua orang temannya yang juga ditugaskan untuk membunuh S. Muawiyah dan Amr. Bin Al- Ash, Gubernur Mesir, walau yang kedua terakhir gagal menjalankan misinya.

Abdurrahman bin Muljam Al-Muradi, bukan orang jalanan yang terkenal peminum khamr, pezina, atau seorang fasik. Bukan! Justru orang akan heran ketika mendengar bahwa Ibnu Muljam adalah seorang ahli ibadah, ahli shalat, shaum ketika siang, qiyamullail ketika malam dan penghafal Al-Qur’an, bahkan dia dipilih Umar untuk mengajarkan Al- Qur'an di Mesir karena kealimannya dalam membaca Al- Qur'an.

Dalam surat pengantarnya kepada Gubernur Mesir Amr bin Al- Ash, S. Umar menulis: “Aku telah mengirim kepadamu seorang yang shâlih, namanya ‘Abdur-Rahmân bin Muljam. Aku merelakan ia bagimu. Jika telah sampai, muliakanlah ia, dan buatkan sebuah rumah untuknya sebagai tempat mengajarkan Al-Qur`ân kepada masyarakat”.*)

Akan tetapi demi Allah !, kecerdasan dan semangat ibadahnya tidak disertai dengan kesucian jiwa dan ketinggian akhlaq. Dia tenggelam dalam fitnah Khawarij dan keyakinan ekstrem yang melenceng, dan uang yang diberikan Umar kepadanya sebagai bisyaroh/ gaji mengajar, justru dipergunakannya untuk membeli pedang paling beracun yang dipersiapkan untuk membunuh S. Ali, kw. Masya Alloh, dia telah terpengaruh oleh keyakinan Khowarij, yang dicetuskan oleh seorang bani Tamim dari Nejed, yang bernama Dzul Huwaishiroh.(Silahkan browsing tentang Dzul Huwaishiroh (ذو الخويصرة التميمي). Maka jadilah ia seorang penebar terror yang pertama dalam Islam.
S. Ali menafisrkan QS. Al- Kahfi ayat 103 dan 104, diantara mereka yang dimaksud dalam ayat ini adalah Kaum Haruroh yang mengikuti pemikiran ekstreem Dzul Huwaishiroh. Ayat tersebut berbunyi:

قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُم بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالًا (103)
الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا (104)

“Katakanlah wahai Muhammad, maukah kami beritakan kepada kalian tentang orang yang paling merugi dalam amaliyahnya?. Yakni orang- orang sesat dalam kehidupan dunia ini, namun mereka merasa bahwa mereka telah melakukan perbuatan yang terbaik”. QS. Al- Kahfi 103- 104.
قام ابن الكوّاء إلى عليّ، فقال: من الأخسرين أعمالا الذين ضل سعيهم في الحياة الدنيا، وهم يحسبون أنهم يحسنون صنعا، قال: ويْلُك أهل حَروراء منهم.

Ibnu Al- Kawwa’ (seorang pengikut Dzuul Huwaishiroh) berdiri didepan S. Ali dan berkata: “Siapa yang dimaksud oleh ayat tersebut? S. Ali menjawab: “Celakalah kamu dan penghuni kampung Haruroh’” (Tafsir Ibnu Katsier Qs. Al- Kahfi . 104- 104). Mereka celaka karena walaupun mereka adalah ahli ibadah yang tekun, namun tak memiliki akhlaq dan budi dan tak memiliki kesucian jiwa. Naudzubillahi mindzaalik. Mereka hanya mementingkan "Hablum minalloh", namun mencampakkan "Hablum minan naas".

Itulah sebabnya para ulama Salaf sangat mengutamakan kesucian jiwa sebelum memperdalam ilmu lainnya (orang dulu menyebut dengan istilah Tasawwuf, orang sekarang lebih suka menyebutnya: management Qolbu). Syekh Ibnu Mubaarok, seorang ulama salaf ahli fikih kurun ke 2 (118 H- 181 H), 100 tahun sebelum Imam Syafi'i berkata: “Aku belajar selama 50 tahun. 30 tahun aku pergunakan untuk mempelajari Adab/ tatakrama/ kesucian jiwa, baru 20 tahun sisanya aku pergunakan untuk mencari ilmu lainnya”. Subhanalloh !

Imam Malik pernah menasehati seorang pemuda Quraisy yang sedang berniat mencari ilmu, dengan kalimat terkenal:
يا ابن أخي تعلم الأدب قبل أن تتعلم العلم.
“Wahai anak saudaraku, belajarlah tatakrama sebelum belajar ilmu lainnya”.
Zaman sekarang terlalu banyak ilmu campur aduk dicari, namun terlalu sedikit ilmu adab dan tatakrama yang dipelajari dan difahami, sehingga muncullah sekarang Ibnu Muljam- Ibnul Muljam baru yang pinter namun keblinger. Semoga kita dijauhkan dari semua kejelekan itu. Amin.


*).Komentar Umar tentang kesalehan Ibnu Muljam, hanya melihat dan berdasar lahiriyahnya saja, karena apa yang ada di hati Ibnu Muljam, hanya Allah Yang Maha Tahu: 
 
قال السمعاني في الأنساب وكذا قال الذهبي في تاريخ الإسلام ومثلهما قال الصفدي، وابن حجر العسقلاني في لسان الميزان: قيل: إن عمر بن الخطاب -رضي الله عنه- كتب إلى عمرو بن العاص: أن قرب دار عبد الرحمن بن ملجم من المسجد ليعلم الناس القرآن والفقه، فوسع له مكان داره. انتهى

Minggu, 21 Januari 2018

BACALAH AL-QUR'AN DENGAN BERTAJWID (TARTIL)

BACALAH AL-QUR'AN DENGAN BERTAJWID (TARTIL)
Oleh: H. Khaeruddin Khasbullah.



Sesuai dengan firman Allah SWT:
   
وَرَتِّلْ الْقُرْآن تَرْتِيلًا. المزمل 4
 
 "Dan bacalah Al- Qur'an dengan Tartil"

MAKNA TARTIL

Menurut S. Ali.Kw, Tartil itu artinya "membaguskan huruf dan mengetahui dimana boleh waqof atau Ibtida' ".

Imam Al- Jazary menyatakan:

وَهُوَ إِعْطَاءُ الْحُرُوفِ حَقَّهَا ... مِنْ صِفَةٍ لَهَا وَمُستَحَقَّهَا
وَرَدُّ كُلِّ وَاحِدٍ لأَصْلِــــهِ ... وَاللَّفْظُ فِي نَظِيْرِهِ كَمِثْلــــــــــهِ
مُكَمِّلاً مِنْ غَيْرِ مَا تَكَلُّفِ ... بِاللُّطْفِ فِي النُّطْقِ بِلاَ تَعَسُّفِ
وَلَيْسَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ تَرْكِهِ ... إلا رياضة امرئ بفكــــــــه. اهـ.
(المقدمة الجزارية)

Tajwid itu mengandung arti: Mengucapkan huruf dengan memenuhi hak- haknya
Dari segala sifat dan karakternya serta segala ketentuannya
Dan mengembalikan setiap huruf pada ashli makhrojnya
Dan mengucapkan Lafadh secara seimbang dan setara
Secara sempurna tanpa dipaksa- paksa
Dengan lembut ketika mengucapkan tanpa berlebihan
Dan tiadalah yang membedakan antara yang bertajwid atau tidak
Kecuali berdasar latihan seseorang dengan mulutnya
(Mukaddimah Ibnul jazary- bait ke 30-31- 32- 33 )

Al- Hafidz Imam Abu Amr Ad- Dhany menjelaskan:

قال الحافظ أبو عمرو الداني رَحِمَهُ اللهُ: "فليسَ التجويدُ بتمضيغ اللِّسَان، ولا بتقعيرِ الفَمِ، ولا بتعويج الفكِّ، ولا بترعيد الصوتِ، ولا بتمطيط المشدد، ولا بتقطيع المَدِّ، ولا بتطنين الغُنَّات، ولا بحصرَمة الرَّاءات، قِراءةً تنفر منها الطِّباعُ، وتَمُجُّها القلوبُ والأسماعُ؛ بل القراءة السهلةُ، العذبةُ، الحلوة اللطيفة، التي لا مَضْغَ فيها ولا لَوكَ، ولا تعَسُّفَ ولا تكلُّف، ولا تصنُّعَ ولا تنطُّعَ، ولا تخرج عن طباعِ العرب وكلامِ الفصحاء، بوجْهٍ من وجوه القراءاتِ والأداء".

Al- Hafidz Syekh Abu Amr Ad- Dany menjelaskan: "Maka bertajwid itu bukan berarti dengan membaca seperti bergumam, atau dengan merubah- rubah bentuk mulut, atau dengan cara membelokkan rahang bawah, atau dengan merintih- rintihkan suara, atau dengan melebih- lebihkan Tasydid, atau dengan memotong- motong Mad, atau dengan memanjang- manjangkan Ghunnah (lebih 1,5 alif), atau dengan men- cadel- cadelkan Ro' (mendekati suara Tho' atau Ghoin). bacaan yang lari dari tabiat nya orang Arab, yang dapat menggelisahkan hati dan pendengaran.
Namun (bacaan bertajwid itu) adalah bacaan yang simple, mudah, manis didengar dan lembut, yang tak tercampur suara menggumam atau seperti orang mengunyah (gerakan berlebihan), tidak dilebihkan dan tidak dipaksakan, tidak di buat- buat tidak menfasih- fasihkan (secara berlebihan), dan tidak keluar dari tabi'at cara bicaranya orang Arab dan kalam para Fusoha', denagn suatu bacaan dari sekian bacaan Qira'at (mutawatir) yang diamalkan.

STANDAR BACAAN

Nabi Muhammad SAW mengisyaratkan:

صفة القراءة
أشار النبي
بقوله: مَنْ أَحَبَّ أَنْ يَقْرَأَ القُرْءان غَضًّا كَمَا أُنْزِلَ فَلْيَقْرَأْهُ عَلَى قِرَاءةِ ابن أُمِّ عَبْدٍ" ابن ماجه/ 135 ، يعني عبد الله بن مسعود(2) .
غَضُّ : الطَّرِيُّ الذي لم يَتَغَّيْر أرادَ طَرِيقَه في القراءة أي من غير تحريف وتغيير من زيادة ونقصان

“Barang siapa ingin membaca Al- Qur’an dengan Qira’at yang standar sebagaimana ia telah diturunkan, maka hendaklah ia membaca sesuai dengan Qira’ah Ibnu Ummi Abd, Yakni Abdullah bin Mas’ud”. HR. Ibnu Majah.

Kalimat “Ghodh”, artinya lembut, lunak ( الطري) standar, yang tidak berubah cara bacanya (sesuai bacaan ketika diajarkan nabi), artinya: yang tidak menyimpang, dan tidak merubah baik dengan cara menambah atau mengurangi.
اللوك = اللقمة مضغها ككلام السكران
النطع = المتشدقون في كلامهم
التحريف = انحراف الشيء عن وجهه
التحذيرُ من التعَسُّف في القراءة منتدى القرآن الكريم وعلومه
ahlalhdeeth.com

Kamis, 18 Januari 2018

DO'A KETIKA IMAM DUDUK DIANTARA DUA KHUTBAH JUM'AT .

DO'A KETIKA IMAM DUDUK DIANTARA DUA KHUTBAH JUM'AT .
Oleh: H. Khaeruddin Khasbullah 




Nabi Muhammad saw bersabda: "Sesungguhnya dihari Jum'at ada suatu waktu, dimana seseorang hamba yang berdoa bertepatan dengan waktu itu dan ketika itu dia sedang dalam ibadah sholat dan kemudian dia memohon sesuatu kecuali pasti dikabulkan Alloh".
Dan dalam Sohih Muslim riwayat Abi Musa Al- Asy'ary disebutkan bahwa Nabi telah bersabda:" Sesungguhnya waktunya adalah diantara keluarnya Imam - yakni masuknya Imam kedalam mesjid- sampai selesai sholat". HR. Muslim.
Dan diantara waktu waktu mustajabah itu adalah ketika Imam DUDUK (أَنْ يَجْلِسَ الإِمَامُ ) diantara dua khutbah
حديث أبي موسى الأشعري رضي الله عنه قال : سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول - يعني في ساعة الجمعة - : (هِيَ مَا بَيْنَ أَنْ يَجْلِسَ الإِمَامُ إِلى أَنْ تُقْضَى الصَّلاَةُ) رواه مسلم ( 853 ) .
Imam Ibnu Hajar Al- Haitami berkata: "Dan berdo'a ketika saat itu (yakni diantara dua khutbah) hukumnya adalah sunnah. Kemudian beliau berkata: "Dan diambil yang demikian itu dari Al- Qodhi, bahwa sesungguhnya sunah bagi hadlirin Jum'at untuk bersibuk- sibuk ketika duduknya Imam diantara dua khutbah ini dengan berdo'a sebagaimana ditetapkan, sesungguhnya yang demikian itu dianjurkan melakukannya saat itu.
Jika sibuk berdo'a, maka hendaklah do'a itu dibaca "sirr"/lirih, karena do'a dengan keras akan mengganggu jama'ah lainnya, dan karena dalam berdo'a itu yang utama adalah lirih kecuali pada hal- hal/ sebab tertentu. Selesai. Kitab Al- Fatawa Al- Kubro, oleh Al- hafidl Ibnu Hajar Al- Haitami 1/ 251- 252.
Khotib Syarbini berkata: "Adalah duduk diantara dua khutbah itu sekira membaca Surat Ikhlas (lamanya). Apakah sebaiknya membaca sesuatu (qur'an), atau berdzikir atau diam? tak ada masalah dalam hal ini, namun dalam Sohih Ibnu Hibban: "Sesungguhnya Nabi saw membaca (ayat Qur'an) pada saat itu. Selesai. Kitab Mughnil Muhtaj 1/ 557.
Catatan, doa; terbaik adalah do'a Qur'ani, dan do'a Qur'any terbaik yang paling sering dibaca Nabi dalam segala kesempatan adalah:
ربنا أتنا في الدنيا حسنة وفي الأخرة حسنة وقنا عذاب النار
--------------------------------
(قال النبي صلى الله عليه وسلم: أن في يوم الجمعة ساعة لا يوافقها عبد مسلم وهو قائم يصلى يسأل الله شيئا إلا أعطاه إياه ),,و لِما رواه مسلم,عن أبي موسى الأشعري رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال : ( هي ما بين أن يخرج الإمام إلى أن تُقضَى الصلاة ) .
فقد نقل ابن حجر الهيتمي عن القاضي أنه قال : والدعاء في هذه الجلسة [بين الخطبتين] مستجاب . ثم قال ابن حجر :
"ويؤخذ مما ذكر عن القاضي : أن السنة للحاضرين الاشتغال وقت هذه الجلسة بالدعاء ، لما تقرر أنه مستجاب حينئذ ، وإذا اشتغلوا بالدعاء فالأولى أن يكون سرا ، لما في الجهر من التشويش على بعضهم ، ولأن الإسرار هو الأفضل في الدعاء إلا لعارض " انتهى .
"الفتاوى الفقهية الكبرى" للحافظ ابن حجر الهيتمي (1/251-252).
قال الخطيب الشربيني رحمه الله :
"ويكون جلوسه بين الخطبتين نحو سورة الإخلاص ..
وهل يقرأ فيها ، أو يذكر ، أو يسكت ؟
لم يتعرضوا له ، لكن في صحيح ابن حبان : (أنه صلى الله عليه وسلم كان يقرأ فيها)" انتهى بتصرف .
"مغني المحتاج" (1/557).
لما كان هذا الدعاء المبارك الجامع لكل معاني الدعاء من أمر الدنيا والآخرة، كان أكثر أدعيته كما أخبر بذلك أنس أنه قال: كان أكثر دعاء النبي .
( صحيح البخاري، كتاب الدعوات، باب قول النبي :
(ربنا آتنا في الدنيا حسنة)).
‏واقتدى بذلك أنس ، فكان لا يدعه في أي دعاء يدعو به
(صحيح مسلم، كتاب العلم، باب فضل الدعاء باللهم آتنا في الدنيا حسنة، وفي الآخرة حسنة، وقنا عذاب النار)،
وقد طلب منه بعض أصحابه أن يدعو لهم، فدعا لهم بهذه الدعوة المباركة، ثم قال:
((إذا آتاكم اللَّه ذلك فقد آتاكم الخير كله))
( فتح الباري، 11/ 229.).

Minggu, 31 Desember 2017

YA- THOYBAH, BETULKAH NASYID KAUM SYI’AH.?





YA- THOYBAH, BETULKAH NASYID KAUM SYI’AH.?
Oleh: H. Khaeruddin Khasbullah.



Makna Lafadh At- Thoybah Dalam Beberapa Hadist

Beberapa hadist tentang nama kota Madinah, dan ketidak sukaan Nabi dengan nama "Yatsrib", karena kata itu berasal dari komunitas Yahudi yang tinggal di Madinah ketika itu sebagaimana dibawah ini:
......عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ ، قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : ( إِنَّ اللهَ تَعَالَى سَمَّى الْمَدِينَةَ طَابَةَ ) رواه مسلم
Dari Jabir bin Samuroh ra dia berkata: Aku mendengar rasululloh bersabda: “Sesungguhnya Allah telah menamai kota Madinah dengan sebutan Thoobah”. HR. Muslim, no.1385

وعَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ( إِنَّهَا طَيْبَةُ - يَعْنِي الْمَدِينَةَ - ، وَإِنَّهَا تَنْفِي الْخَبَثَ ، كَمَا تَنْفِي النَّارُ خَبَثَ الْفِضَّةِ ) رواه البخاري (4589) ، ورواه مسلم (1384) واللفظ له .

Dari Zaid bin Tsabit, dari Nabi SAW beliau bersabda: “Sesungguhnya ia yakni Madinah adalah Thoybah, sesungguhnya kota Madinah itu dapat membersihkan keburukan sebagaimana api membersihkan keburukan yang menempel pada sebatang perak”. HR. Muslim no 1384, dan Bukhory no 4589.

ثانيا :
ينبغي للمسلم أن يسمي المدينة بهذا الاسم (المدينة ، أو طيبة ، أوطابة) فهي الأسماء الشرعية لها .
وقد ورد في السنة ما يشير إلى النهي عن تسميتها بـ " يثرب " .
عن أَبي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قال : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ( أُمِرْتُ بِقَرْيَةٍ تَأْكُلُ القُرَى ، يَقُولُونَ يَثْرِبُ ، وَهِيَ المَدِينَةُ ) رواه البخاري (1871) ، ومسلم (1382) .
قال ابن عبد البر رحمه الله تعالى :
" وفي هذا الحديث دليل على كراهية تسمية المدينة بيثرب على ما كانت تسمى في الجاهلية " انتهى من " التمهيد
(23/171) .

Selanjutnya, dianjurkan bagi setiap muslim untuk menyebut nama Madinah dengan nama- nama ini, yakni: Madinah atau Thoybah atau Thoobah, dan ini adalah nama- nama syar’iyyah bagi kota tersebut.

Dari Abi Hurairoh ra dia berkata, telah bersabda rasululloh SAW: “Aku diperintah (berhijrah) ke suatu kota yang memakan kota- kota, mereka menyebutnya Yatsrib, dan dia itu Madinah. HR. Bukhory no 1382 dan Muslim no 1871.

Berkata Ibnu Abdil Barr ra, dan dalam hadist ini menunjukkan atas tidak disukainya nama Madinah dengan sebutan Yatsrib sebagaimana di sebut dalam masa jahiliyyah. Selesai. Dari Kitab At- Tamhid Juz 23/171.

قال النووي رحمه الله تعالى :
" وأما " يثرب " فهو اسمها في الجاهلية ، فسماها الله تعالى المدينة ، وسماها رسول الله طيبة وطابة " انتهى من " شرح صحيح مسلم
Imam Nawawi berkata: Adapun "Yatsrib", itu adalah namanya ketika zaman jahiliyyah, maka Allah menamakannya dengan Madinah, sedangkan Rasululloh menamakannya dengan "Thoybah atau Thoobah". Syarah sohih Muslim juz15/31.
Kalimat At- Thoybah Dalam Puisi Yang Indah:
قصيده رائعه اجمل ماقيل في طيبة الطيبه
 
وابشر ففي الخبر الصحيح تقـررا ********** إن الإلــه بطيـبـة سـمـاهـا. و اختصهـا بالطيبيـن لطيبـهـا *********** واختارهـا ودعـا إلـى سكناهـا. لا كالمدينـةِ مـنـزلٌ و كـفـى ********** بها شَرفـاً حلـول محمـدٍ بفِناهـا. خُصت بهجرةِ خيرِ من وطئ الثرى ********** وأجلهـم قـدراً و أعظـمِ جاهـا

“Sampaikan berita gembira, bahwa dalam hadist yang sohih Allah telah menyatakan......"Sesungguhnya Allah telah memberi nama kota itu dengan "At- Thoybah".......dan mengistimewakannya dengan (dihuni) orang- orang baik karena kebaikan nya (kaum Anshor).......dan telah memilihnya dan mendoakan (kebaikan) untuk para penghuninya. Tiada yang (dapat membandingi) seperti kota Madinah sebagai tempat tinggal dan telah mencukupkan (dengan anugerah) nya......dengannya kemulyaan dengan hadirnya baginda nabi Muhammad di tengah- tengah nya....telah di khususkan untuk berhijrah bagi makhluq terbaik dialam semesta....yang memiliki ke tinggian derajat dan keagungan pangkatnya (yakni untuk baginda nabi Muhammad saw)......”

https://www.paldf.net/forum/showthread.php?t=717611

Nasyid Ya Thoybah Indonesia Secara Lengkap

يَـاطَيْبَةْ يَـاطَيْبَةْ

1
 
يَـاطَيْبَةْ يَـاطَيْبَةْ ﴿﴾ يَـاذَاوَالْعَيَانَااشْتَغْنَالِكْ
وَالْهَـوى نَـدَانَـا ﴿﴾ وَالْهَـوى نَـدَانَـا

Wahai Thoybah.. Wahai Madinah, Wahai Penyejuk Mata Kami, Kami Merindukanmu
Dan Hawa (kecintaanku) telah membawaku (menziarahimu)


2

سَيِّدِىْ يَـا أَبَـابَكْرٍ ﴿﴾ حُبُّكُمْ فِى الْقِيَامِ ذُخْرِىْ
يَـاعُمَرْإِغْضِيْهِ بِعُمْرِىْ ﴿﴾ وَكَذَا سَيِّدِىْ عُثْمَـان

Junjunganku wahai Abu Bakar Assidiq, Kecintaan padamu adalah harapanku dihari kiamat
Wahai Umar ra, Kau habiskan umurmu buat baginda (Nabi Muhammad) dan juga (wahai) junjunganku Utsman ra........


3

صَاحِبَ الْقَبْضَةِ اْلأَصْلِيَةْ ﴿﴾ وَذَوِى الْبَهْجَـةِ السَّنِيَّـةْ
وَ لَهُ الرُّتْبَةُ الْعَـلِيَّةْ ﴿﴾ مَنْ إِلَيْهِ بَابُ الرَّيَّـانَ

(Wahai Nabi) pemilik materi asal penciptaan (Nur)
Yang memiliki keindahan wajah nan mulia
baginya ada derajat yang tinggi
Seseorang yang baginya (disediakan) pintu Royyan


4

يَاعَلِى ابْنِ أَبِى طَالِبْ ﴿﴾ مِنْكُمُ الْمَصْدَرِالْمَوَاهِبْ
هَلْ تُرَىْ هَلْ أُرَىْ لِحَاجِبْ ﴿﴾ عِنْدَ كُمْ أَفْضَلُ الغِلْمَـانَ

Waha Ali kwj, wahai anak Abu Thalib, darimulah sumber segala anugerah (yakni terlahirnya keturunan nabi)
Apakah terlihat oleh kedua mata, di sisi kalian ada dua pemuda yang bersifat utama.


5

أَسْيَدَالْحَسَنْ وَالْحُسَيْنِ ﴿﴾ إِلَى النَّبِيْ قُـرَّةُ عَيْـنِىْ
وَيَـا شَبَـابَ الْجَنَتَيْنِ ﴿﴾ جَدُّكُمْ صَاحِبُ الْفُرْقَانَ

Junjunganku Hasan dan Husain adalah permata buah hati sang Nabi
Wahai pemuda surga, datukmu adalah sang penerima mu’jizat (qur’an)


6

وَصَلا َةُ اللّـهِ تَعَـالَىْ ﴿﴾ عَلىَ مَنْ كَلَّمَ الْغَزَالَـةْ
وَاْلآلِ أَصْحَابِ الْكَـمَالَ ﴿﴾ وَاْلأَصْحَابِ مَنْ عَالَوْشَانَـا

Shalawat Allah swt, atas beliau yang berbincang dengan kijang *)
Dan keluarga yang sempurna, serta para sahabat yang berkedudukan tinggi

*) https://vb.shmran.net/s15263s


Pengkritiknya Kurang Memahami Hadist dan Bahasa Arab.
Memaknai Kalimat Ya Thoybah Dengan Makna Yang Salah.

Kesalahan Yang Pertama:
Para pengkritik telah melakukan kesalahan fatal ketika memaknai kalimat At- Thoybah dengan makna Sang Penawar/ Penyembuh. Dari mana ia mengambil makna kalimat tersebut dengan makna Sang Penawar? Dalam Bahasa Arab, penawar menggunakan lafadh Ruqyah yang terkenal itu, bukan Thoybah. Kalau ia ikut- ikutan dengan kesalahan penerjemah yang dikritiknya, berarti ia telah melakukan kritik dengan asal, sembrono, tanpa telaah dan kajian yang mendalam sesuai Lughoh Al- Arobiyyah yang semestinya.

Lihat aneka makna At- Thoibah di sini: https://www.almaany.com/ar/dict/ar-ar/%D8%B7%D9%8A%D8%A8%D8%A9/


Kesalahan Yang Kedua:
Menafsirkan yang dimaksud Sang Penawar itu adalah S. Ali. Padahal kalimat S. Ali dalam nasyid tersebut merupakan penggalan kalimat nasyid yang lebih lengkap (part.4 dari 6 part), namun mungkin dengan alasan komersial atau alasan lainnya dipenggal dan disingkat dari menyebut penggalan bait "Ya- Ali" tanpa menyebut bait- bait nasyid nya secara lengkap sehingga nama- nama sahabat Abu Bakar ra, Umar ra dan Utsman ra tidak dimunculkan, padahal pada bait nasyid nya yang lengkap ada.

Mengartikan sebuah nasyid koq salah, itu biasa dan bisa dimaklumi karena kelengkapan ilmu bahasa Arab itu tak kurang dari 12 (dua belas) cabang keilmuan, seperti ilmu nahwu, shorof, ilmu Arudl wal qowafy, ilmu balaghoh, ma'any, bayan, dsb. Yang jadi permasalahan adalah si pengritiknya itu. Dia mengkritik dengan asal, berdasar ilmu bahasa Arab dan pengetahuan Islam yang tanggung dan minim. Dia terlalu sembrono sehingga tidak mencoba meneliti dan menganalisa lebih dahulu kelengkapan dari bait- bait nasyid yang akan dikritiknya. Perbendaharaan bahasa Arab yang penting dan bagian dari tarikh dan aqidah Islam seperti kata At- Thoybah yang sering dibaca dalam kisah Mi'roj juga tak dimengerti (belum pernah membaca hadist isro' mi'roj?). Kalau penterjemah aslinya salah, mengapa tidak dikoreksi kesalahan terjemahannya? Seandainya hati- hati, dia akan melihat lebih dulu kelengkapan bait dari nasyid, dimana disana disebut juga nama nama para sahabat Abu Bakar, Umar, dan S. Utsman. Orang Syi'ah, mana mungkin mau memasukkan nama- nama ini dalam bait- bait nasyidnya, wong mereka itu dianggap perampas kekuasaan Imam Ali?. Nah, Para pengkritik model seperti inilah yang menjadikan dunia kita tak karuan dan berantakan.




Aneka Nasyid Ya Thoibah.



Sebagaimana sebuah kota yang mengandung sejarah perjuangan Islam, dimana disana terkubur jazad manusia termulia pilihan Allah, yakni baginda nabi Muhammad SAW, tentu kaum muslimin sangat mendambakan dapat berkunjung dan berziarah kesana, apalagi memang ada anjuran Nabi bahwa sholat di mesjid Nabawi atau di Raudhoh, pahalanya begitu besar, sehingga tentu banyak pujangga dan penyair yang tergerak menggoreskan penanya baik dalam aneka karya prosa maupun puisi. Bait- bait nasyid diatas adalah salah satu karya pujangga Ahlus Sunnah dunia (bukan karya bangsa Indonesia) dan begitu dikenal di Indonesia, awalnya melalui lantunan suara emas Hadad Alwi dan Sulis. Sayang, mereka berdua tidak sepenuhnya mendendangkan bait- bait nasyid indah tersebut dari awal, dan memulainya dari bagian pasangan bait ke 4 tentang S. Ali, sehingga memunculkan aneka penafsiran dan kontroversi.

Griya Panorama Indah, Purwasari, Karawang, 1- januari- 2017.

Rabu, 13 Desember 2017

Dari Lawrence Of Arabia sampai Donald Trump




Dari Lawrence Of Arabia sampai Donald Trump
Penyusupan, Pencitraan, Provokasi dan Agitasi


100 Tahun Yang Lalu................
Adalah seorang Inggris bernama Lawrence. Nama lengkapnya adalah Thomas Edward Lawrence (T. E. Lawrence). Dia adalah seorang arkeolog yang berperan besar dalam infiltrasi Inggris di negara-negara Arab. Setelah bekerja dalam proyek arkeologi, ia bekerja di badan intelejen militer Inggris ketika Perang Dunia I meletus di Kairo. Ketika itu, Lawrence berperan sebagai ahli di bidang gerakan nasional Arab di wilayah kekuasaan Turki Utsmany dan juga merangkap sebagai juru bicara Inggris. Tercatat kemudian Lawrence memiliki peran besar dalam memprovokasi bangsa arab dalam usaha untuk melawan kekaisaran Turki Utsmany dan juga memicu adanya revolusi arab pada abad 20. Perjalanan hidupnya yang sukses memprovokosi orang- orang Arab agar membebaskan diri dari kekuasaan Turki Utsmany dan ikut merontokkan kekhalifahan Turki tersebut dituliskannya dalam karyanya: Seven Pillars of Wisdom. Maka misi utama Lawrence adalah pencitraan bahwa bangsa- bansa Arab berhak bebas dari penjajahan Turki dan Inggris adalah sebuah bangsa yang sanggup menfasilitasi dan akan membantu gerakan kemerdekaan mereka.

Jalan Kereta Api Hejaz

Ketika itu Kekhalifahan Turky Utsmany telah membangun jalan kereta api prestisius (Hejaz railway: https://id.wikipedia.org/wiki/Jalur_kereta_api_Hijaz), yang menghubungkan kota di Istambul, Turki, haifa Israel sampai kota Medinah, dengan jarak lebih 1800 miles dengan ratusan jembatan dan stasiun yang melewati kota- kota Arab termasuk kota Mudawarra di Yordania. Kereta ini tentu saja sangat amat bermanfaat untuk mengembangkan ekonomi daerah dan mempersatukan ummat. Ingris tidak rela itu terwujut, maka sabotase besar- besaran dilakukan oleh orang- orang Arab, termasuk keluarga Saud dan masih banyak keluarga kabilah Arab lainnya dibawah koordinasi dan provokasi lihai dari Mr. Lawrence, dan tentu saja bantuan persenjataan dari Inggris yang deras mengalir agar mereka bisa bertempur dan menggempur tantara Turky. Tanpa dukungan senjata dari Inggris, mana mungkin mereka melawan tentara kekhalifahan Usmany?.

Berawal September 1917, dibantu para pemberontak Arab, Lawrence mencegat dan menghancurkan locomotive dan membunuh 70 tentara Turky yang mengawal kereta itu.
Dalam waktu dua tahun, team penghancur Inggris, bekerjasama dengan para pemberontak Arab yang telah dapat diprovokasinya secara systematis dapat menghancurkan banyak jembatan, mengisolasi depot- depot persediaan, memotong jalan kereta sebagai urat kaki utama kekhalifahan Turky sehingga jalur suplai dan management pemerintahan terputus dari jantung negara. Perhatikan dokumen berikut:
“By his count, Lawrence personally blew up 79 bridges along the railway, becoming so adept that he perfected a technique of leaving a bridge “scientifically shattered”—ruined but still standing. Turkish crews then faced the time-consuming task of dismantling the wreckage before repairs could begin”.
(Berdasarkan hitungan Lawrence sendiri, Lawrence telah menghancurkan 79 jembatan sepanjang jalur kereta api dengan Teknik khusus yang sempurna, meninggalkan jembatan dalam keadaan masih berdiri namun tak mungkin digunakan lagi sehingga para pekerja Turky harus membuang dulu bangunannya yang sudah usang sebelum dapat diperbaiki (dan ini sangat memakan waktu).”
Stasiun Mudawarra


Sheik Atoun, pemimpin kabilah di Mudawarra Yordania berkata: “Sungguh kota ini akan lain nasibnya, tidak sepi dan mati begini jika jalan kereta api masih operasional sehingga ekonomi dapat berkembang disini”. Sambil menceriterakan, dulu kakeknya termasuk pejuang yang ikut menghancurkan jalan kereta bersama Lawrence tanpa tahu akibatnya sekarang.

Saat ini, jalur kereta api Hejaz hanya tinggal dijumpai sisa sisa bangunan stasiun, bengkel, menara dan pompa air serta benteng-benteng yang dibangun pada masa pemerintahan Usmaniyah. Hanya di jalur Damaskus Suriah - Amman Yordania yang masih digunakan untuk kepentingan wisata dan transportasi terbatas. Selebihnya terutama di daerah Syria dan Yordania, bangunan bangunan tersebut kini dijadikan Museum. Sementara Stasiun Madinah, oleh pemerintah Arab Saudi dijadikan Musium yang terletak di jalan keluar kota Madinah menuju Mekkah melalui Bir Ali atau Dzulkhulaifah yang digunakan sebagai patokan (miqat) untuk niat melaksanakan Ibadah haji.

Kejatuhan Yerussalem

Jenderal Alleby Disambut Penduduk Arab Sebagai Sang Pembebas!
Setelah lepasnya Mekah, Madinah dan beberapa tempat penting lainnya, maka sasaran berikutnya adalah "Berlian Timur Tengah" yakni Yerussalem.

Inggris memerintahkan jenderal Allenby (Gen Sir Edmund Allenby ) untuk memimpin serbuan ini ditengah kondisi masyarakat Arab yang sudah dibina pencitraan (buruk) nya terhadap kekhalifahan Turki dan pencitraan (baiknya) kepada pasukan Inggris. PM Inggris memberi target sebelum Natal (25- Desember- 1917), Jerussalem harus sudah dapat direbut.

Peperangan dimulai sejak pertengahan 1916. Kemudian pada 9 Januari 1917 pasukan Inggris telah berhasil menguasai Rafa dan segera menyeberang ke Palestina.
Dengan kekuatan penuh dengan sebutan "The Bull" (Kerbau jantan), jenderal Allenby segera memusatkan serangan ke Jerussalem. Malam tanggal 7- Desember 1917 adalah malam serbuan terakhir Inggris terhadap kota Jerussalem yang hanya dijaga oleh pasukan yang kurang kuat oleh pasukan Turki yang mendapat oposisi dari rakyat Arab karena taktik jitu Jenderal Allenby, dan berhasil direbut. Dari London, perdana Menteri Inggris mengirimkan pesan telegraph: “War Cabinet wishes to congratulate you on the capture of Jerusalem, which is an event of historic and world-wide significance and has given the greatest pleasure to the British and other Allied people.”

Jenderal Allenby minta agar kemenangan ini jangan digembar gemborkan sebagai kemenangan Inggris dan kemenangan orang Kristen, sehingga tidak melukai kaum muslimin dan bangsa Arab. Orang Arab masih menganggap Jerussalem milik mereka dibawah perlindungan pasukan Inggris.
Pada 11- Desember- 1917, Jenderal Allenby, dan tentu saja didikuti para perwira lainnya termasuk Lawrence Of Arabia memasuki Jerussalem melalui gerbang Jafa dengan berjalan kaki dan di elu- elukan oleh penduduk Arab sebagai Sang Pembebas, bukan sebagai Sang Penakluk dan warga kota merayakan kemenangan akan kebebasan yang telah diperoleh.

Allenby entered Jerusalem on foot through the Jaffa Gate on December 11. He walked to the Citadel from where he read a proclamation that made it clear he came not as a conqueror, but a liberator. The city too celebrated its new-found freedom. 

Kata lawrence Of Arabia dalam buku hariannya: "Kedaan telah impas, 400 tahun yang lalu Solahuddin Al- Ayyubi memasuki kota ini dengan berjalan kaki, dan kini, kami memasuki kota ini pula dengan berjalan kaki.........."

Kini setelah hampir tepat 100 tahun, Donald Trump telah menetapkan Jerussalem sebagai ibukota Israel!.
Suatu Kebetulan? saya rasa tidak........

Al- Qur'an: "Hendaklah kalian mengambil Ibarat suri tauladan, wahai orang- orang yang memiliki kesadaran".Al- Hasyr 2.

Gambar bawah: Setasiun Hejaz Railways di Damascus Suriah.


http://www.telegraph.co.uk/history/world-war-one/inside-first-world-war/part-four/10483597/battle-jerusalem.html
 
Dikumpulkan dari beberapa sumber oleh : H. Khaeruddin Khasbullah.